motif ragam hias madura
Katakunci: Bugis; Pinrang; Soraja; Ragam Hias; Simbol Ragam; Motif. Abstract_ Bugis houses can be distinguished based on the social status of the people who occupy them. Pinrang area known as Saoraja (palace) and bola (home). Various kinds of traditional Soraja house motifs are symbolic variants and specific symbolic meanings as a
BatikFull Tulis motif Buketan Bunga Matahari latar Beras. 680+ Gambar Batik Hewan Yang Mudah Digambar Gratis Hewan. Motif Batik Bunga Lili di 2020 Lili, Bunga tulip, Gambar. 16 Gambar Bunga Ragam Hias Draw Simple Mandala Menggambar. Pin di Gambar. Kain Batik Motif Bunga Warnawarni Batik Cap tradisional.
Ragamhias batik diciptakan dengan pesan dan cita-cita supaya membawa kebaikan bagi pemakai. Semua dilukiskan secara simbolis, misalnya: Motif yang paling terkenal dan terkenal dari pekalongan yaitu motif batik Jlamprang. Motif batik madura cenderung dipengaruhi oleh budaya abnormal dari Tiongkok, dengan ciri khasnya warna cerah yang
Beberapamotif hias ukir mendapatkan coraknya (langgam) berdasarkan asal tempat berkembangnya. Di antaranya ialah motif hias ukir Majapahit, Mataram, Pajajaran, Bali, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, Pekalongan, Jepara dan Madura (Sunaryo, 2009). Gambar 4 Motif ukir floratif langgam Cirebon (Sumber: Ornamen Nusantara)
DownloadNow Fitinline Com Menggambar Ragam Hias Motif Batik Dengan Cara. Richo Docs Tutorial Menggambar Stilasi. Grilled Chicken Skewers Sate Ayam Madura Grilled Chicken Skewers Savoury Food Grilled Chicken . Stilasi By Ifa . Motif Ini Dibuat Berdasarkan Refrensi Buku Kumpulan Motif Batik Tahun 1983 1984 Batik Desain Buku .
10 Meilleurs Site De Rencontre Gratuit. A Inspiração chega em um flash! Após o lançamento do MOTIF original em 2001, este foi reconhecido como o melhor som, o “top” de vendas e o Workstation mais solicitado do mercado. Ao longo do tempo, ele foi sendo desenvolvido e melhorado, proporcionando expressividade e funcionalidade. Ao mesmo tempo, a comunidade online de usuários finais, programadores de sons, desenvolvedores de software e especialistas de produtos do site MOTIFATOR se expandiram em uma vibrante comunidade online de produção musical. O MOTIF deu vida nova às performances ao vivo com sua capacidade de expressão e com seus controles intuitivos. Na criação musical, o MOTIF não apenas oferece suas próprias capacidades de criação, como também oferece um sistema para integrar essas capacidades com uma variedade de aplicações de software. Agora, a nova geração XF foi projetada com base no patrimônio de uma década de MOTIF e proporciona capacidades de expansão inovadoras com memória flash, o que será o novo padrão de “workstations” dos próximos anos.
Ragam motif batik madura diambil dari motif binatang tumbuhan juga motif kombinasi yang merupakan kreasi para pembatiknya. Ragam hia ini diwujudkan berlapis bersusun. Ragam Hias Madura Jasa Ukir Online Jasa Ukiran Khas Jepara makalah ragam hias madura merupakan desain gambar wallpaper HD gratis yang diunggah oleh seorang fotografer dan ahli desain grafis terbaik di indonesia. Pada halaman ini kami juga memiliki berbagai gambar menarik dengan format PNG, JPEG, JPG, BMP, GIF, WebP, TIFF, PSD, EPS, PCX, CDR, AI, logo, icon, vector, hitam dan putih, transparan, dll. Semua konten yang tersedia bersumber dari seluruh situs penyedia gambar di indonesia. Silahkan Unduh foto atau gambar ini dalam resolusi HD dengan cara klik "Tombol Download" dibawah-nya. Jika Anda tidak menemukan resolusi sesuai dengan apa yang Anda cari, maka pilihlah resolusi asli atau yang lebih tinggi. Terima kasih sudah berkunjung, jangan lupa untuk bookmark makalah ragam hias madura using Ctrl + D PC atau Command + D macos. Jika Anda menggunakan ponsel, Anda juga dapat menggunakan menu simpan halaman melalui browser. Sistem Operasi apapun yang digunakan baik itu Windows, Mac, iOs atau Android dapat mengunduh gambar menggunakan tombol download. Motif ragam hias madura mempunyai corak tersendiri bentuk daunnya agak kaku biasanya untuk perhiasan kamar. Makalah ragam hias madura. Motif ragam hias madura motif ragam hias madura mempunyai corak tersendiri bentuk daunnya agak kaku biasanya untuk perhiasan kamar. Pengertian ragam hias dan jenis jenisnya paling lengkap dengan adanya penjelasan dan beberapa contoh yang bergambar sehingga sangat mudah dipahami. Batik madura mengandalkan corak bunga yang unik dengan daun daunan. Ragam hias batik ragam. Batik pesisiran yang terkenal adalah batik pekalongan lasem madura. Dan makna nya contoh makalah batik surabaya ragam hias jepara beserta ciri. Beserta warnanya contoh ragam hias madura beserta warnanya contoh. Makalah pembubaran konstituante deva alfianto. Batik madura memiliki 2 jenis motif. Pengertian ragam hias ragam hias disebut juga ornamen merupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah. Puji dan syukur kami ucapkan kepada tuhan yang maha kuasa karena berkat rahmat dan karunia nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah kami yang berjudul batik. Kliping zafran jenis ragam hias nusantara dan pengertiannya hai sobat pena apa kabar semuanya kami harap kamu semua dalam keadaan baik baik saja. Sebenarnya ada 75 ragam hias batik banten tang berbentuk tumpal dan belah ketupat. Artkimianto Blog Motif Madura Ragam Hias Wong Nyasar Motif Ragam Hias Dari Berbagai Daerah Dini Nur Lathifah Motif Ragam Hias Dari Berbagai Daerah Dini Nur Lathifah Artkimianto Blog Motif Madura Ragam Hias Ukiran Jawa Dan Bali Mikirbae Com Motif Ragam Hias Dari Berbagai Daerah Dini Nur Lathifah 10 Ragam Motif Hias Klasik Tradisional Dari Jawa Contoh Ragam Hias Nusantara Bagian 1 Motif Flora Seni Motif Ragam Hias Dari Berbagai Daerah Dini Nur Lathifah Contoh Ragam Hias Nusantara Bagian 1 Motif Flora Seni
- Ragam hias adalah salah satu bentuk karya seni rupa. Ragam hias sendiri sudah dibuat dan dikembangkan sejak zaman dahulu. Hal ini di antaranya karena Indonesia adalah negara yang memiliki faktor lingkungan alam yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Flora, fauna serta budaya dari masing-masing daerah berbeda-beda. Oleh karena itu kita memiliki ragam hias yang sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Baca Juga Mengenal Seni Rupa Ragam Hias, Pola, dan Jenis-Jenis Motifnya Selain itu, ragam hias juga diciptakan karena zaman dahulu kita sebagai umat manusia melakukan kegiatan keagamaan yang membutuhkan ragam hias. Jadi, ragam hias atau karya seni rupa dibentuk dan diciptakan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lingkungan tersebut. Nah, kali ini kita akan membahas beberapa motif dari ragam hias. Simak, yuk! "Ragam hias sudah ada sejak zaman dahulu."
Motif Hias di Indonesia sangat beragam, macam-macam motif hias ini sering kita temukan pada karya seni kriya yang di ciptakan di wilayah nusantara, baik penggunaan motif hias yang sudah terpengaruh dengan gaya modern, ataupun seni kriya yang masih mempertahankan gaya motif hias lama atau klasik. Namun motif yang kami bagikan kali ini adalah motif klasik tradisional yang berkembang pada zaman islam di Jawa yang telah yang mencapai puncak kejayaan pada zaman kerajaan-kerajaan besar di Jawa dan Motif Ragam Hias PadjajaranMotif Ragam Hias Padjajaran berbentuk ukel dari daun pakis dan bentuknya serba bulat. Bentuk ukel seperti tanda koma, Angkupnya berbentuk bulat juga. Ujung ukel berbentuk patran miring. Motif Ragam Hias Padjajaran ini dapat kita lihat di Makam Sunan Gunung Jati, pada suatu bangsal dari kayu berukir. Menurut sejarah, semula adalah bangsal Taruma Negara dari Kerajaan Prabu Siliwangi. Makam tersebut terletak di dekat sungai Citarum di daerah Cirebon. Motif Ragam Hias Padjajaran diketemukan oleh Dinas dan Dasar Motif PadjajaranBagian Pokok Cembung,semua daun atau bunga besar maupun kecil, dibuat cembung bulat. Angkup Mempunyai beberapa angkup antara lain angkup besar, angkup tanggung, angkup kecil. Culo Ialah unsure yang penting untuk mengetahui bahwa itulah motif Padjajaran. Lain dari pada itu tanda culo, berbentuk cembung. Motif Padjajaran besar maupun tanggung dan kecil ada Ialah sehelai daun yang selalu digendong oleh daundaun pokok daun yang besar atau suatu trubusan yang selalu tumbuh di belakang daun pokok. Simbar Ialah sehelai daun tambahan yang tumbuhnya pada daun besar atau daun pokok yang berdampingan dengan tangkai angkup. Benangan Yaitu gagang yang terletak di bagian muka ulir atau daun melingkar menuju ulir atau hiasan yang berwujud seperti benang di bagian sehelai daun. Bentuk ini menambah manis dan cantiknya motif tersebut. Pecahan Ialah garis penghias daun; bentuk pecahan ini diselaraskan dengan motif Motif Ragam Hias MajapahitRagam Hias Majapahit berbentuk bulatan dan krawingan cekung dan terdiri dari ujung ukel dan daun-daun waru maupun pakis. Dalam raga mini patran daun diwujudkan krawing cekung. Bentuk Ragam Hias Majapahit untuk ragam pokok berbentuk seperti tanda Tanya. Ragam-ragam ini terdapat pada bekas-bekas potongan batu yang hanya sedikit, dan pada potongan kayu yang sudah rusak. Ragam Majapahit diketemukan oleh Ir. H. Maclaine Pont, seorang pejabat pada Museum Trowulan dan juga dapat dilihat pada tiang Pendopo Masjid Demak. Menurut sejarah tiang tersebut merupakan benda peninggalan kerajaan Majapahit yang dibawa oleh R. dan dasar Motif Hias MajapahitBagian Pokok Campuran cekung dan cembung, memang daun ini merupakan campuran yang sesuai untuk menambah baiknya motif tersebut. Angkup Ragam ini mempunyai dua angkup, yang berbentuk cembung dan cekung memakai ulir menelungkup pada sehelai daun pokok. Jambul Ragam ini mempunyai jambul susun dan jambul satu. Ini suatu tanda untuk daun-daun pokok atau daun lainnya. Jambul yang satu untuk daun yang tanggung. Adapun daun kecil tidak memerlukan jambul. Jambul ini diletakkan di muka bagian atas ulir pada penghabisan ulir angkup. Trubusan daun semi ialah sehelai daun yang terletak di atas angkup atau daun besar berebentuk bulat atau cekung krawing, baik daun tanggung maupun daun kecil. Benangan Sama dengan motif Padjajaran, hanya bedanya jika motif Majapahit mempunyai benangan rangkap. Benangan rangkap ini dipakai pada daun yang besar dan benangan satu pada daun yang tanggung. Simbar Ialah sehelai daun tambahan yang tumbuh pada daun besar atau pokok daun pada bagian bawah, berdampingan dengan tangkai angkup. Pecahan Sama dengan pada motif Padjajaran3. Motif Ragam Hias BaliMotif Ragam Hias Bali hampir sama dengan Ragam Hias Padjajaran. Bedanya terletak pada ujung ukel dihiasi dengan sehelai patran. Jadi ukel besar kecil, bulat cekung, pecahan, ada pula daun yang runcing. Ragam Hias bali oleh orang Bali dinamakan Patre Punggel. Ragam ini dapat dilihat di pura sebagai hiasan pintu masuk. Juga di kota-kota besar yang sudah banyak didapatkan patung-patung Bali dan Dasar Motif Hias BaliBagian Pokok Campuran cekung dan cembung serta campuran daun ini. Daun yang besar atau tanggung, sehingga bentuk daun dapat dimengerti jika daun inilah motif Bali. Pokok Daun Sehelai daun yang tumbuh di tengah-tengah daun yang lain dan tertutup oleh angkup. Batas dan garis pokok berimpitan dengan ulir muka benangan dan masuk pada angkupnya. Angkup Sehelai daun yang menutup daun pokok dari pangkal hingga sampai pada ujungnya dan pada ujung daun berulir. Benangan Berbentuk cekung melingkar di bagian muka ulir dan tidak berimpitan dengan garis-garis yang lain dan ujungnya berulir. Sunggar Sehelai daun yang tumbuh membalik di muka berbentuk krawingan, yang pokoknya tumbuh dari ulir bagian benang. Endong Sehelai daun yang selalu tumbuh di belakang punggung daun pokok, yang berbentuk cempalukan berulir atau daun punggel. Trubusan daun semi sehelai daun tambahan yang tumbuh di bagian ujung atau atas daun pokok, menambah indahnya daun itu. Simbar Ialah sehelai daun tambahan yang tumbuh pada daun besar atau daun pokok di bagian bawah berdampingan tangkai angkup. Pecahan Suatu cawenan yang memisahkan daun pokok, terletk ditengah-tengah daun itu, menambah baiknya dari suatu motif Motif Ragam Hias MataramMotif Ragam Hias Mataram ini jika ditinjau dari gambar ukir, berasal dari pakaian wayang purwa. Bentuknya mirip bentuk cawenan-cawenan pakaian wayang. Dapat disimpulkan, ukiran motif Mataram mengambil motif ukiran wayang purwa Kerajaan Demak. Sebab, menurut sejarah, pada waktu kerajaan Demak mengalami masa surut, wayang dibawa pula ke Kerajaan Mataram. Dalam pelaksanaannya, motif Mataram berbentuk dan Dasar Motif Hias MataramPokok Berbentuk krawingan atau cekung, bagian muka dan atas memakai ulir atau polos dan ada pula daun yang menelungkup. Daun-daun motif Mataram ini sifatnya menyerupai daun alam bentuk digubah dan cara hidupnya bergerombolan, sehingga menggambarkan kesatuan atau menuju kesatu titik memusat. Benangan Yang mempunyai bentuk benangan timbul dan cawen melingkar menuju ulir muka. Trubusan Yang mempunyai bentuk sehelai daun kagok, bengkok tumbuh di bagian muka benangan dan berhenti di bawah ulir. Pecahan Ialah suatu pecahan yang bentuknya menyobek sehelai daun memakai irama berbelok-belok, sehingga menambah baiknya masing-masing Motif Ragam Hias JeparaRagam Hias Jepara dikembangkan oleh penduduk Jepara, untuk perhiasan rumah tangga di daerah itu sendiri. Juga diperdagangkan ke Luar Negeri. Ragam Hias tersebut dari ukiran kayu; misalnya alat- alat rumah tangga, berupa peti untuk penyimpan barangbarang perhiasan, kursi tamu, almari, buffet, toilet, dan lainlainnya. Untuk keperluan rumah tangga misalnya; gebyok yakni dinding antara serambi rumah dengan ruang peringgitan ruang muka yang sering terdapat di sekitar daerah Jepara dan kudus. Peninggalan pertama yang masih dapat kita lihat yaitu hiasan ornamen yang ada di Makam Mantingan dan Dasar Motif JeparaPokok Dari motif ini garis besarnya berbentuk prisma segi tiga yang melingkar-lingkar dan dari penghabisan lingkaran berpecah- pecah menjadi beberapa helai daun, menuju kelingkaran gagang atau pokok dan bercawenan seirama dengan ragam tersebut. Buah Ialah di bagian sudut pertemuan lingkaran, berbentuk bulatan kecil- kecil bersusun seperti buah wuni. Pecahan Ialah cawenan yang berbentuk sinar dari sehelai daun Lemahan Ialah dasar, dalam prakteknya tidak begitu dalam ada juga yang di krawang atau Motif Ragam Hias MaduraMotif Ragam Hias Madura mempunyai corak tersendiri, bentuk daunnya agak kaku, biasanya untuk perhiasan kamar. Ragam Hias ini diwujudkan berlapis bersusun, daun yang ada di sebelah muka terpisah dengan daun di belakang, tetapi merupakan satu rangkaian. Motif Madura diciptakan oleh para ahli seni di daerah itu sendiri tidak mencontoh motif dari daerah lain. Motif tersebut tidak diperdagangkan seperti ukiran dari daerah Jepara yang merupakan sumber penghidupan rakyat setempat. Akan tetapi juga kita dapat melihat motif ukiran Madura itu di gedung Museum Pusat museum Gajah Jakarta. Sebagai contoh diberikan perhiasan melengkung di atas sebuah pintu yang pada waktu itu dipersembahkan penduduk kepada Gubernur Jenderal De Greaff dan sesudah beliau kembali ke Negeri Belanda, barang tersebut dipasang pada salah sebuah pintu di dan Dasar Ragam Motif Hias MaduraPokok Raga mini mengubah patran yang diselingi dengan isian isen-I seni bunga, buah, daunnya melengkung membentuk tanda Tanya dan bentuk daunnya cekung krawing. Pecahan Tiga baris panjang pendek dari benangan menuju ujung daun motif. Benangan Timbul dari pangkal daun menuju ke ulir daun Motif Ragam Hias CirebonDi kota Cirebon dan sekitarnya terdapat seni ukir kayu yang mempunyai gaya tersendiri. Pada dasarnya motif ragam hias tersebut dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu ragam hias awan, bukit batu karang dan motif tumbuh- tumbuhan. Masing-masing mempunyai ciri khas yang menunjukkan perbedaan antara yang satu dengan lainnya. Ragam Hias awan dapat diketahui, dengan adanya garis sudut-menyudut yang terpajang dari pilin berupa belah ketupat yang letaknya mendatar. Pada rangkaian belah ketupat tidak terdapat rangkaian tanaman, dan dapat juga diketahui dari cara meletakkannya. Ragam Hias batu karang dapat diketahui dengan adanya batu karang yang menjalar pada pilin- pilin seperti belah ketupat yang berantai, bagian pinggir bergelombang dan sudutnya dibulatkan. Garis sudut menyudut yang terpajang dari belah ketupat berdiri tegak. Adapun Ragam Hias Cirebon yang bentuknya merupakan gubahan bentuk tumbuh-tumbuhan mempunyai bentuk hampir sama dengan ragam hias Padjajaran. Begitu pula bentuk timbul cekungnya menunjukkan perbedaan yang jelas sekali. Gambar orang dan binatang menurut ragam hias Cirebon sering dilukiskan dalam bentuk ragam hias tanaman. Hal ini dilakukan berhubung dengan adanya larangan dalam agama Islam untuk melukiskan manusia dan binatang. Selain ragam Cirebon yang diwujudkan dalam bentuk sulur-suluran kembang bakung, banyak juga ragam hias lain dalam bentuk Pohon Hayat yang mempunyai arti simbolik, bahwa Pembagian dunia itu serba dua yang menyatakan dunia atas burung enggang, dunia bawah ulur, serta keesaan Tuhan digambarkan dengan pohon dan Dasar Motif Cirebon Pokok Raga mini mirip dengan ragam Pejajaran yang berbentuk cembung bercampur cekungbulat dan krawing, merupakan komposisi besar kecil yang berbuah dan berbunga. Angkup Menelungkup pada bagian daun pokok melingkari ragam Motif Ragam Hias PekalonganMotif Pekalongan termasuk seni ukir yang tidak kalah dengan motif yang lain dan mempunai corak tersendiri, juga mempunyai bunga dan buah seperti bakung. Ukiran ini kurang dikenal, sebab tidak dikembangkan atau tidak diperdagangkan penduduk setempat,hanya dipergunakan untuk perhiasan rumah tangga. Karena Pekalongan terkenal dengan batiknya, maka batik inilah yang dikembangkan oleh penduduk di kota dan dasar Motif Hias PekalonganPokok Dasar motif pekalongan mirip PaDjajaran yang berbentuk cembung dan dan cekung. Angkup tumbuh melingkari ragam pokok dengan angkup yang bersusun. Benangan berbentuk timbul menghubungkan ulir yang satu dengan yang lain, sama dengan ragam mataram. Pecahan, hanya terdapat pada lingkaran besar dan Motif Ragam Hias SurakartaMotif Ragam hias Surakarta mengambil gubahan patrari dan ukel pakis yang sedang menjalar dengan bebas, berbentuk cembung dan cekung, yang dilengkapi dengan buah dan bunga. Hasil seni merupakan gaya pembawaan dan watak penciptaan pengaruh alam sekitarnya. Pada umumnya penduduk Surakarta gemar akan gerak irama yang bebas namun tetap memenuhi syarat komposisi Seolah-olah ada keseragaman hidup masyarakat Surakarta dengan aliran Bengawan Solo. Ragam hias ini masih banyak terdapat di sekitar keraton Solo, di Museum Radya Pustaka, dan di tebeng Langse Makam Pujangga Ronggo Warsito di desa Palar Klaten, diambil juga gubahan daun bakung dan dan dasar motif SurakartaPokok dasar motif Surakarta mirip motif campuran antara ragam hias Jepara dan Pekalongan yang berbentuk cembung dan cekung serta runcing dan bulat. Angkup digubah dari daun pakis yang berbentuk sesuai dengan angkup ragam hias Bali. Benangan dan pecahan membentuk garis yang pada ujung Motif Ragam Hias YogyakartaMotif Ragam hias Yogyakarta mengambil gubahan sulur-sulur yang berbentuk pilin tegar. Sulur bunga sebetulnya akar gantung, melilit menyerupai tali yang bergelombang. Pada jarak jarak yang tertentu ada buku- buku dari sinilah selalu tumbuh keluar tangkai daun, yang berbentuk seperti pilin. Pilin-pilin ini mengikal ke kanan dan kekiri berganti-ganti. Pada ujung tiap-tiap tangkai daun, ada buah dan bunganya. Daundaun yang menempel pada tangkainya, mengikal berlawanan arah. Penjelasan ini diberikan oleh Dr. Brandes. Ragam hias tersebut banyak digunakan pada hiasan-hiasan alumunium, perak, emas dari barang-barang kerajinan yang dihasilkan oleh penduduk Yogyakarta misalnya alat-alat sendok, asbak, cerana, gong, bejana kerangka atau sarung keris dan dan Dasar Motif YogyakartaPokok diambil dari gubahan sulur yang berbentuk pilin yang tegar, bertangkai bulat Daun berbentuk mengikal berlawanan, krawing, bulat yang mempunyai tepi membalik ke atas sebagian sehingga tampak timbul. Pecahan terdapat pada tangkai dan daun Angkup seringkali terdapat pada tangkai sulur yang searah dengan tegarnya tangkai, yang merupakan daun pula.
Belajar Ragam Hias Nusantara Motif Flora - Ragam hias atau motif adalah bentuk dasar hiasan yang umumnya diulang-ulang sehingga menjadi pola dalam suatu karya kerajinan atau kesenian. Ragam hias dapat dihasilkan dari proses menggambar, memahat, mencetak dsb. untuk meningkatkan mutu dan nilai pada suatu benda atau karya seni. Ragam hias yang diulang-ulang, dipadukan, atau diatur sedemikian rupa sehingga tampak rapi dapat disebut sebagai pola atau corak. Sementara itu, satu atau lebih paduan ragam hias dapat disebut ornamen. Ornamen umumnya terdiri dari satu atau lebih ragam hias yang diatur dalam pola-pola tertentu. Ragam hias ukiran yang melimpah pada rumah gadang Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenunan, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Ragam hias ini muncul dalam bentuk-bentuk dasar yang sama namun dengan variasi yang khas untuk setiap daerah. Dalam karya kerajinan atau seni Nusantara tradisional, sering kali terdapat makna spiritual yang dituangkan dalam stilisasi ragam hias. Berikut contoh ragam hias Nusantaramotif flora, antara lain sebagai berikut. 1. Ragam Hias Nusantara motif Majapahit Ragam hias majapahit berbentuk bulatan dan krawingan cekung dan terdiri dari ujung ukel dan daun – daun waru maupun pakis. Dalam raga mini patran dau diwujudkan krawing cekung. Bentuk ragam hias majapahit untuk ragam pokok berbentuk seperti tanda tanya. Ragam-ragam ini terdapat pada bekas-bekas potongan batu yang hanya sedikit dan pada potongan kayu yang sudah rusak. Ragam majapahit diketemukan oleh Ir. H. Maclaine Pont, seorang pejabat pada Museum Trowulan dan juga dapat dilihat pada tiang pendopo Masjid Demak. Menurut sejarah tiang tersebut merupakan benda peninggalan kerajaan Majapahit yang dibawa oleh Raden Patah. Bagian-bagiannya antara lain adalah campuran cekung dan cembung angkup jambul trubusan benangan simbar dan pecahan. 2. Ragam Hias Nusantara motif Mataram Motif ragam hias mataram ini jika kita tinjau dari gambar ukir, berasal dari pakaian wayang purwa. Bentuknya mirip cawenan-cawenan pakaian wayang. Dapat disimpulkan ukiran motif mataram mengambil motif ukiran wayang purwa Kerajaan Demak. Sebab, menurut sejarah, pada waktu kerajaan Demak mengalami masa surut, wayang dibawa pula ke Kerajaan Mataram. Dalam pelaksanaannya, motif Mataram berbentuk krawingan. Pokok dan dasar motif hias Mataram Bagian pokoknya berbentuk krawingan atau cekung, bagian muka dan atas memakai ulir atau polos dan ada pula daun yang menelungkup. Benangan Trubusan Pecahan 3. Ragam Hias Nusantara motif Madura Motif ragam hias madura mempunyai corak tersendiri, bentuk daunnya agak kaku, biasanya untuk perhiasan kamar. Ragam hia ini diwujudkan berlapis bersusun, daun yang ada disebelah muka terpisah dengan daun di belakang, tapi merupakn satu rangkaian. Motif Madura diciptakan oleh para ahli seni di daerah itu sendiri tidak mencontoh motif dari daerah lain. Motif tersebut tidak diperdagangkan seperti ukiran dari daerah Jepara yang merupakan sumber penghidupan rakyat setempat. Akan tetapi kita juga dapat melihat motif ukiran madura itu di gedung Museum Pusat Museum Gajah Jakarta. Sebagai contoh diberikan perhiasan melengkung diatas sebuah pintu yang pada waktu itu dipersembahkan penduduk kepada Gubernur Jendral De Greaff dan sesudah beliau kembali ke negeri Belanda, barang tersebut dipasang pada salah sebuah pintu di museum. Pokok dan dasar ragam hias madura adalah raga mini mengubah patran yang diselingi dengan isian bunga, buah, daunnya melengkung membentuk tanda tanya dan bentuk daunnya cekung krawing; Pecahan; dan Benangan. 4. Ragam Hias Nusantara motif Surakarta Motif ragam hias Surakarta mengambil gubahan patrari dan ukel pakis yang sedang menjalar dengan bebas berbentuk cembung dan cekung, yang dilengkapi dengan buah dan bunga. Hasil seni merupakan pembawaan dan watak penciptaan pengaruh alam sekitarnya. Pada umumnya penduduk Surakarta gemar akan gerak irama yang bebas namun tetap memenuhi syarat komposisi. Seolah-olah ada keseragaman hidup masyarakat Surakarta dengan aliran Bengawan Solo. Ragam hias ini masih banyak terdapat disekitar Kraton Solo, di Museum Radya Pustaka dan di tebeng Langse Makam Pujangga Ronggo Warsito di desa Plalar Klaten, diambil juga gubahan daun bakung dan kangkung. Pokok motifnya adalah mirip motif campuran antara ragam hias Jepara dan Pekalongan yang berbentuk cembung dan cekung serta runcing dan bulat; mempunyai angkup, benangan 5. Ragam Hias Nusantara motif Yogyakarta Motif ragam hias Yogyakarta mengambil gubahan sulur-sulur yang berbentuk pilin tegar. Sulur bunga sebetulnya akar gantung, melilit menyerupai tali yang bergelombang. Pada jarak-jarak ada tertentu dari buku-buku dari sinilah selalu tumbuh keluar tangkai daun, yang berbentuk seperti pilin. Pilin-pilin ini mengikal kekanan dan kekiri berganti-ganti. Pada ujung tiap-tiap tangkai daun, ada buah dan bunganya. Daun-daun yang menempel pada tangkainya, mengikal berlawanan arah. Penjelasan ini diberikan oleh Dr. Brandes. Ragam hias tersebut banyak digunakan pada hiasan-hiasan aluminium, perak, emas dari barang-barang kerajinan yang dihasilkan oleh penduduk Yogyakarta, misalnya alat-alat seperti sendok, asbak, kerangka/sarung keris, gong, bejana, cerana, motif ini diambil dari gubahan sulur yang berbentuk pilin yang tegar, bertangkai bulat; mempunyai daun yang mengikal berlawanan, mempunyai pecahan dan angkup. 6. Ragam Hias Nusantara motif Sumbawa Seperti juga di daerah lain, motif hiasan tenun Sumbawa juga memiliki makna khusus. Misalnya Bunga Sekuntum mengingatkan sebagai manusia selain bermanfaat bagi dirinya, juga harus bermanfaat bagi orang lain. Bunga Setangkai sebagai simbol kehidupan keluarga yang mampu mewujudkan kebahagiaan bagi anggota keluarga dan masyarakat. Bunga Nenas merupakan simbol dari 99 sifat utama Allah yang wajib dipedomani dan diteladani. Bunga Rebung mengandung makna hidup yang mesti jalani dengan penuh satwa juga digarap untuk dijadikan motifnya. Masyarakat setempat pemberi makna secara beragam. Motif burung’ melambangkan roh orang yang telah meninggal. Reptile buaya, kadal, ular dianggap sebagai penjelmaan roh nenek moyang, kepala suku atau orang terkemuka dalam masyarakat. Kuda dan gajah dianggap sebagai kendaraan roh orang yang meninggal. Katak, kura-kura dan ular dianggap sebagai lambang dunia bawah. Sedangkan kerbau menjadi lambang kesuburan, atau sebagai penolak yang jahat. 7. Ragam Hias Nusantara motif Sumatera Utara Ragam Hias yang terkenal dari daerah Sumatera Utara atau yang dikenal kota Medan adalah kain tenun,kain tenun di daerah Sumatera Utara biasa dikenal dengan Ulos’Yang cara membuatnya dengan menenun seperti kain tenun biasa,kain ulos juga menjadi lambing ikatan kasih,perlengkapan upacara adat seperti upacara adat pernikahan,upacara-adat kematian,symbol system masyarakat batak,symbol status sosial dan lambang warna benang yang sering dipakai adalah merah, putih, dan hitam,warna warna tersebut memiliki makna yaitu Warna merah melambangkan keberanian, warna putih melambangkan kesucian, dan warna hitam melambangkan kekuatan. 8. Ragam Hias Nusantara motif Bali Motif ragam hias bali hampir sama dengan motif ragam hias padjajaran. Bedanya terletak pada ujung ukel dihiasi dengan sehelai patran. Jadi ukel besar, kecil, bulat cekung, pecahan, ada pula daun yang runcing. Ragam hias Bali oleh orang Bali dinamakan Patre Punggel. Ragam ini dapat dilihat di pura sebagai hiasan pintu masuk. Juga di kota-kota besar yang sudah banyak didapatkan patung-patung Bali dan dasar motif hias Bali Campuran cekung dan cembung serta campuran daun yang besar/tanggung Pokok daun Angkup Benangan Sunggar Endong Trubusan Simbar Pecahan 9. Ragam Hias Nusantara motif Pekalongan Motif Pekalongan termasuk seni ukir yang tidak kalah dengan motif yang lain dan mempunyai corak tersendiri, juga mempunyai bunga dan buah seperti bakung. Ukiran ini kurang dikenal, sebab tidak dikembangkan atau tidak diperdagangkan penduduk setempat, hanya dipergunakan untuk perhiasan rumah tangga. Karena Pekalongan terkenal dengan batiknya, maka batik inilah yang dikembangkan oleh penduduk dikota dan dasar motifnya adalah mirip dengan motif Padjajaran, memiliki angkup dan benangan. 10. Ragam Hias Nusantara motif Jepara Ragam hias Jepara dikembangkan oleh penduduk Jepara, untuk perhiasan rumah tangga didaerah itu sendiri. Juga diperdagangkan ke Luar Negeri. Ragam hias terseut dari Ukiran kayu; misalnya alat-alat rumah tangga, berupa peti untuk menyimpan barang-barang perhiasan, kursi tamu, almari, buffet, toilet dan lain-lainnya. Untuk keperluan rumah tangga misalnya, gebyok yakni dinding antara serambi rumah dengan ruang peringgitan ruang muka yang sering terdapat disekitar daerah Jepara dan Kudus. Peninggalan pertama yang masih dapat kita lihat yaitu hiasan ornamen yang ada di Makam Mantingan Jepara. Pokok dan dasar ragam hias Jepara, garis besarnya berbentuk prisma segitiga yang melingkar-lingkar dan dari penghabisan lingkaran berpecah-pecah menjadi beberapa helai daun, menuju kelingkaran gagang atau pokok dan bercawenan seirama dengan ragam tersebut; buah; pecahan; dan lemahan. 11. Ragam Hias Nusantara motif Padjajaran Motif ragam hias padjajaran berbentuk ukel dari daun pakis dan bentuknya serba bulat. Bentuk ukel seperti tanda koma, Angkupnya berbentuk bulat juga. Ujung ukel berbentuk patran miring. Motif ragam hias padjajaran ini dapat dilihat di Makam Sunan Gunung Jati, pada suatu bangsal dari kayu bagian dari motif ragam hias padjajaran Cembung Angkup Culo Endong Simbar Benangan Pecahan 12. Ragam Hias Nusantara motif Cirebon Di kota Cirebon dan sekitarnya terdapat seni ukir kayu yang mempunyai gaya tersendiri. Pada dasarnya motif ragam hias tersebut dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu ragam hias awan, bukit batu karang, dan motif tumbuh-tumbuhan. Masing-masing mempunyai ciri khas yang menunjukkan perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. Ragam hias awan diketahui dengan adanya garis sudut-menyudut yang terpajang dari pilin berupa belah ketupat yang letaknya mendatar. Pada rangkaian belah ketupat tidak terdapat rangkaian tanaman dan dapat juga diketahui dari cara meletakkannya. Ragam hias batu karang yang menjalar pada pilin –pilin seperti belah ketupat yang berantai, bagian pinggir bergelombang dan sudutnya dibulatkan. Garis sudut menyudut yang terpajang belah ketupat berdiri tegak. Adapun ragam hias cirebon yang bentuknya merupakan gubahan bentuk hampir sama dengan motif Padjajaran. Begitu pula bentuk timbul cekungnya meneunjukkan perbedaan yang jelas sekali. Gambar orang dan binatang menurut ragam hias Cirebon sering dilukiskan dalam bentuk ragam hias tanaman. Selain ragam cirebon yang diwujudkan dengan suluran kembang bakung, banyak juga ragam hias lain dengan motif Pohon Hayat.
motif ragam hias madura